Jumat, 30 Desember 2016

INDEX

NAMA : Windi Permatasari Oktober
NIM : 2227150036
KELAS : 3A PGSD

  1. Manfaat Temulawak Yang Dicampur Dengan Kunyit
  2. Manfaat Belimbing Wuluh Bagi kesehatan dan kecanti...
  3. Manfaat Lidah Buaya
  4. Manfaat Mengkudu (Morinda Citrifolia)
  5. SERTIFIKAT SEMINAR FILSAFAT
  6. INDEX
  7. Tujuan, Fungsi, dan Manfaat Psikologi Perkembangan...
  8. TUJUAN FILSAFAT ILMU
  9. Tujuan dan karakteristik kurikulum 2013
  10. TIPS CARA MENCERAHKAN WAJAH YANG ALAMI DENGAN PEPA...
  11. Tips Cara Membuat Rendang Asli Khas Padang
  12. Tipe-tipe siswa/anak didik dalam belajar
  13. TINDAKAN YANG MERUSAK MATA
  14. Teknologi Perbankan
  15. Tahap-tahap dan Ciri Perkembangan Anak
  16. Seorang Pria Menelan Handphone Miliknya Sendri
  17. SEJARAH FILSAFAT ILMU
  18. RUANG LINGKUP FILSAFAT ILMU
  19. Pertumbuhan dan Perkembangan Peserta Didik
  20. Perbedaan Individu Peserta Didik
  21. Perbedaan Etika Dan Etiket
  22. Peran Guru dalam Proses Belajar Mengajar
  23. Penyebab Terganggunya Konsentrasi Belajar
  24. Penyebab Demam Berdarah
  25. Pengobatan Demam Berdarah
  26. PENGERTIAN/DEFINISI PENDEKATAN SAINTIFIK PRINSIP P...
  27. Pengertian Quantum Learning Menurut Para Ahli
  28. Pengertian Morfologi
  29. Pengertian Etika Profesi
  30. Pendekatan Longitudinal, Tranversal, Sekuensial, L...
  31. Manfaat Tomat Untuk Rambut
  32. Manfaat Tomat Untuk Kulit dan kecantikan
  33. Manfaat Tomat Untuk Kesehatan
  34. Manfaat Shalat Fardhu 5 Waktu bagi Kesehatan Tubuh...
  35. Manfaat Minyak Zaitun Bagi Kesehatan
  36. Manfaat Kurikulum
  37. Manfaat Kumis Kucing
  38. Manfaat dan Keutamaan Shalat Tahajud
  39. Pengertian Psikologi Menurut Para Ahli
  40. MACAM-MACAM CARA MENGHILANGKAN FLEK HITAM DENGAN M...
  41. Liburan Ke Bandung
  42. KUMPULAN DOA-DOA UNTUK MEMINTA JODOH
  43. Kriteria Guru Dalam Mengoptimalkan Perkembangan Pe...
  44. KONSEP DASAR PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
  45. Komponen Kinerja Profesional Guru
  46. kematangan dan Perkembangan Pengalaman Peserta Did...
  47. Kekurangan kurikulum 2013
  48. Karakteristik Perkembangan Konsep Diri Peserta Did...
  49. Karakteristik Belajar Anak Usia Sekolah Dasar (SD)...
  50. KANDUNGAN DAN MANFAAT PADA MINYAK ZAITUN UNTUK KEC...
  51. Jangan Menyerah
  52. Implikasi Pertumbuhan/Pertumbuhan/Kematangan Peser...
  53. Implikasi Perkembangan Konsep Diri terhadap Pendid...
  54. Implikasi Kebutuhan Individu Peserta Didik terhada...
  55. Hidup Sehat dengan Pikiran Positif
  56. Gejala Demam Berdarah
  57. Pengertian Gangguan Konsentrasi
  58. Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Anak dan Pe...
  59. Efek Samping Memakai Sendal Jepit
  60. Efek Samping Makan Tomat Terlalu Banyak
  61. Definisi Filsafat Ilmu
  62. DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF KURIKULUM 2013
  63. Contoh Soal Tentang Pengertian , Kelebihan dan Kek...
  64. CIRI-CIRI GURU YANG EFEKTIF MENURUT PARAH AHLI
  65. Cara Tradisional Menyuburkan Rambut Dengan Kemiri
  66. Cara Menguruskan Badan Secara Alami dengan Cepat
  67. Cara Mengubah Mindset Negatif Menjadi Pola Pikir P...
  68. 2 CARA MENGHILANGKAN JERAWAT DENGAN BAHAN ALAMI
  69. Cara Mengatasi Rambut Rontok
  70. Cara Mengatasi Jenuh dan Bosan
  71. Cara Mengatasi Gangguan konsentrasi Belajar
  72. CARA MENCERAHKAN WAJAH YANG ALAMI DENGAN MENGGUNAK...
  73. CARA MEMBUAT SLIME DENGAN DETERGEN / SABUN COLEK
  74. Cara Melestarikan Hutan
  75. CARA CEPAT GEMUK DAN SEHAT
  76. Cara Agar Cepat Tinggi Secara Alami
  77. Batik Di Indonesia
  78. Banjir Di Karawang
  79. Aspek dan Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Pe...
  80. APA ITU KRIKULUM 2013 ?
  81. 10 Tips Menghadapi Gempa
  82. 10 Tanda, Jika Anda Tidak Mencintai Diri Sendiri

Tujuan, Fungsi, dan Manfaat Psikologi Perkembangan Peserta Didik


Tujuan Psikologi Perkembangan Peserta Didik :
§  Memberikan, mengukur dan menerangkan perubahan dalam tingkah laku serta kemampuan yang sedang berkembang sesuai dengan tingkat usia dan yang mempunyai ciri-ciri universal, dalam artian yang berlaku bagi anak-anak di mana saja dan dalam lingkungan social-budaya mana saja.
§  Mempelajari karakteristik umum perkembangan peserta didik, baik secara fisik, kognitif, maupun psikososial.
§  Mempelajari perbedaan-perbedaan yang bersifat pribadi pada tahapan atau masa perkembangan tertentu.
§  Mempelajari tingkah laku anak pada lingkungan tertentu yang menimbulkan reaksi yang berbeda.
Khusus bagi guru, berguna untuk:
§  Dapat memilih dan memberikan materi pendidikan dan pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak didik pada tiap tingkat perkembangan tertentu.
§  Dapat memilih metode pengajaran dan menggunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat perkembangan pemahaman murid – murid.
Psikologi sebagai ilmu memiliki 3 fungsi, yaitu:
1.      Menjelaskan, yang mampu menjelaskan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu terjadi. Hasil penjelasan atau diskusi dalam bentuk deskripsi yang bersifat deskriptif.
2.      Memprediksi, yaitu mampu meramalkan atau memprediksi apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu terjadi. Hasil prediksi yang prognosis, prediksi atau estimasi. Control, yaitu mengendalikan perilaku seperti yang diharapkan.
3.      Manifestasi dalam bentuk tindakan yang preventif, intervensi atau pengobatan dan rehabilitasi atau perawatan.

Psikologi perkembangan peserta didik adalah sebuah disiplin ilmu yang secara khusus mempelajari tentang perkembangan tingkah peserta didik dalam interaksinya dengan lingkungan. Manfaat mempelajari perkembangan peserta didik diantaranya yaitu :
§  Pengetahuan tentang perkembangan dapat membantu kita dalam memberikan respons yang tepat terhadap perilaku tertentu seorang anak.
§  Pengetahuan tentang perkembangan peserta didik dapat membantu guru mengenali kapan perkembangan normal yang sesungguhnya dimulai. Dengan mengetahui pola normal perkembangan, memungkinkan para guru untuk sebelumnya mempersiapkan anak menghadapi perubahan yang akan terjadi pada tubuh, perhatian dan perilakunya.

§  Pengetahuan tentang perkembangan memungkinkan para guru memberikan bimbingan belajar yang tepat kepada anak. Studi perkembangan dapat membantu kita memahami diri sendiri.

TUJUAN FILSAFAT ILMU






Tujuan Filsafat  ilmu sebagaimana yang disebutkan  sebagai  berikut  : 
1.      Mendalami unsur-unsur pokok ilmu, sehingga secara menyeluruh kita dapat memahami sumber, hakikat dan tujuan ilmu.
2.      Memahami  sejarah pertumbuhan, perkembangan dan kemajuan ilmu diberbagai bidang sehingga kita mendapatkan gambaran tentang proses ilmu kontemporer  secara  historis.

3.      Menjadi  pedoman  para insan akademis di perguruan tinggi dalam mendalami studi diperguruan tinggi, terutama persoalan  yang ilmiah dan  yang non ilmiah. 

Tujuan dan karakteristik kurikulum 2013


·         mengembangkan keseimbangan antara pengembangan sikap spiritual dan sosial, rasa ingin tahu, kreativitas, kerja sama dengan kemampuan intelektual dan psikomotorik;
·         sekolah merupakan bagian dari masyarakat yang memberikan pengalaman belajar terencana dimana peserta didik menerapkan apa yang dipelajari di sekolah ke masyarakat dan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar;
·         mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan serta menerapkannya dalam berbagai situasi di sekolah dan masyarakat;
·         memberi waktu yang cukup leluasa untuk mengembangkan berbagai sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
·         kompetensi dinyatakan dalam bentuk kompetensi inti kelas yang dirinci lebih lanjut dalam kompetensi dasar matapelajaran;
·         kompetensi inti kelas menjadi unsur pengorganisasi (organizing elements) kompetensi dasar, dimana semua kompetensi dasar dan proses pembelajaran dikembangkan untuk mencapai kompetensi yang dinyatakan dalam kompetensi inti;
·         kompetensi dasar dikembangkan didasarkan pada prinsip akumulatif, saling memperkuat (reinforced) dan memperkaya (enriched) antarmatapelajaran dan jenjang pendidikan (organisasi horizontal dan vertikal).

Dengan 7 karakteristik tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa tujuan dari kurikulum 2013 ini adalah untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia.

TIPS CARA MENCERAHKAN WAJAH YANG ALAMI DENGAN PEPAYA



Pepaya kaya akan enzim papain yang dapat membantu regenerasi kulit. Vitamin A, C, dan E yang merupakan antioksidan dalam buah pepaya juga mampu menutrisi dan melembabkan kulit. Pepaya merupakan tabir surya alami yang dapat menghambat pigmentasi kulit yang disebabkan oleh paparan sinar matahari.
Pepaya dapat dikonsumsi secara langsung untuk mencerahkan kulit atau dibuat menjadi masker dengan langkah – langkah sebagai berikut :
§  Bersihkan pepaya dan potong menjadi beberapa bagian
§  Haluskan pepaya, lalu oleskan masker pada wajah
§  Diamkan selama kurang lebih 15 menit
§  Bilas dengan air hangat

§  Perawatan ini bisa dilakukan 2 – 3 kali dalam seminggu

Tips Cara Membuat Rendang Asli Khas Padang


Rendang Padang, siapasih yang belom mengenal makanan khas yang satu ini, hampir diseluruh indonesia mungkin sudah banyak yang menjualnya, bahkan dinegara lain pun sudah ada loh. Makanan yang berbahan utama dari daging sapi yang diungkep, kemudian ditambahkan dengan rempah-rempah pilihan sehingga menjadikan makanan ini sangat enak dan lezat. Ditambah dengan bisa tahan lamanya makanan ini hingga berbulan-bulan yang menjadikan makanan ini lebih istimewa. Sangat menggoda bukan makanan yang satu ini, apalagi bagi anda yang sering makan di rumah makan andalas, minang dan lain-lain, pasti sudah bertambah rasa laparnya ketika mendengarnya, tenang saja resep rendang yang disajikan disini enggak kalah enak dan empuk dengan aslinya, soalnya resep dan carnya didapat langsung dari orang padang yang punya restoran padang yang sangat enak.
Silahkan langsung mencobanya sendiri, sebagai berikut :
Bahan :
·         1 kg Daging sapi pilihan, potong ukuran sesuai selera
·         3 buah kelapa Tua, jadikan santan kental
·         15 butir Bawang merah
·         8 siung Bawang putih
·         1 ons Cabai merah (kriting)
·         2 cm Jahe
·         2 cm lengkuas memarkan
·         1 sendok teh merica bubuk
·         2 batang Sereh geprek terlebih dahulu
·         2 biji asam kandis
·         2 buah Bunga pekak
·         3 lembar Daun jeruk
·         4 lembar Daun salam
·         1 lembar Daun kunyit
·         Garam
·         Gula pasir
·         Bahan pelengkap

·         Kelapa serundeng yang sudah disangrai terlebihdahulu
·         1 ons Hati sapi potong dadu kecil kemudian rebus
Cara Membuat Rendang Padang :
·         Haluskan terlebih dahulu bawang merah dan putih, cabai, jahe dan lengkuas
·         Mulai ungkep daging sapi yang sudah dipotong-potong dengan bumbu yang dihaluskan, tunggu sampai ber uap dan daging ungkepan kering.
·         Masukan santan kental, merica bubuk, sereh, asam kandis, bunga pekak, daun jeruk, daun salam, garam dan gula pasir, kemudian aduk hingga merata, jangan lupa daun kunyit juga tapi sobek-sobek terlebihdahulu
·         Tunggu sampai santan mendidih, dan sedikit mengeluarkan minyak, kemudian kecilkan api
·         Campurkan bahan pelengkap kedalam rendang kemudian aduk lagi sampai merata
·         Usahakan terus di aduk-aduk agar rendang tidak menempel pada wajan, tunggu sampai rendang berubah warna dan mengering
·         Angkat rendang, dan siap untuk disajikan.
Tips tambahan :
·         Untuk menambah keempukan daging rendang yang kita buat usahakan daging yang sudah dipotong sebaiknya dipukul atau digeprek terlebih dahulu baru kemudian di ungkep
·         Dalam proses pengungkepan daging rendang yang empuk dan enak biasanya memerlukan waktu yang agak lama kurang lebih semalaman penuh atau seharian, agar bumbu yang dipakai meresap

·         Dalam memasak santan usahakan santan tidak pecah dan caranya dengan menggunakan gerakan memutar ke atas seperti ketika menimba.

Tipe-tipe siswa/anak didik dalam belajar


a.          Tipe belajar visual
Bagi siswa yang bertipe belajar visual, yang memegang peran penting adalah mata/penglihatan visual, dalam hal ini metode pengajaran yang digunakan guru sebaiknya lebih banyak/titik beratkan pada peragaan/media, ajak mereka ke objek-objek yang berkaitan dengan pelejaran cara menunjukan alat peraganya langsung pada siswa atau menggambarkannya di papan tulis.
b.         Tipe belajar auditif
Siswa yang bertife auditif mengendalikan kesukaan belajarnya melalui telinga (alat pendengaran), untuk itu maka guru sebaiknya harus memperhatikan siswanya hingga ke alat pendengarannya. Karena akan sia-sialah guru yang menerangkan dengan lantang, jelas dan dengan intonasi yang tepat.
c.          Tipe belajar kinestetik
Siswa yang bertipe belajar ini belajarnya melalui gerak dan sentuhan.
d.         Tipe belajar taktil
Taktil artinya rabaan atau sentuhan. Siswa yang seperti ini penyerapan hasil pendidikannya melalui alat peraba yaitu tangan atau kulit. Contoh, mengatur ruang ibadah, menentukan buah-buahan yang rusak.
e.          Tipe belajar olfaktoris
Keberhasilan siswa yang bertipe olfaktoris, tergantung pada alat indra pencium, tipe siswa ini akan sangat cepat menyesuaikan dirinya dengan suasana bau lingkungan. Siswa tipe ini akan cocok bila bekerja di laboratorium.
f.          Tipe belajar gustative
Siswa yang bertipe gustative (kemampuan mencicipi) adalah mereka yang mencirikan belajarnya lebih mengandalkan kecakapan lidah. Mereka akan lebih cepat memahami apa yang dipelajarinya melalui indra kecapnya.
g.         Tipe belajar kombinatif
Siswa bertipe kombinatif adalah siswa yang dapat dan mampu mengikuti pelajaran dengan menggunakan lebih dari satu alat indra. Ia dapat menerima pelajaran dengan mata dan teling sekaligus ketika belajar. Karena banyak ragam tipe belajar siswa, maka kita sebagai pendidik hendaknya mengenali betul anak didik kita dan hendaknya pendidik memiliki berbagai metode mengajar, agar siswa dapat menerima atau mengerti apa yang disampaikan oleh gurunya dengan seefektif dan seefisien mungkin.